PLANET YANG ARAHNYA TERBALIK
Published by ABAD ANTARIKSA under venus on 21.26Venus : Part - 5
Cerita yang disampaikan oleh gelombang mikro itu menarik perhatian semua ahli astronomi. Kecuali Uranus, semua planet yang perputarannya telah diketahui mempunyai apa yang disebut perputaran “maju”. Artinya, arah perputaran planet tadi sama dengan arah edarnya dalam orbit di seputar matahari. Tetapi Venus berbeda. Astronomi
radar membuktikan bahwa perputarannya “mundur”. Seperti roda yang berputar ke belakang, Venus bergasing dengan arah yang salah. Tidak ada yang mengetahui keanehan ini, namun para ahli astronomi menerimanya sebagai suatu rahasia baru yang menarik. Jawabannya mungkin akan memberikan beberapa kejelasan tentang cara terbentuknya tata surya.
Perputaran mundur Venus ini sangat lambat. Venus bergasing pada porosnya kira-kira satu kali dalam 243 hari bumi. Karena orbitnya di seputar matahari memerlukan waktu 224,7 hari, gabungan kedua gerak itu menyebabkan selang waktu antara matahari terbit dan matahari terbit berikutnya di Venus sekitar 118 hari bumi.
Penentuan kala perputaran Venus merupakan langkah penting bagi para detektif Venus. Ini menunjukkan kepada mereka bahwa suhu Venus tentulah berubah secara mencolok sepanjang siang dan malamnya yang panjang itu. Kenyataan memang demikian. Analisis teliti terhadap gelombang radio yang diperkirakan berasal dari bawah permukaan Venus menunjukkan bahwa suhu permukaan pada sisi yang gelap dapat turun sebanyak 400OC. Pada saat suhu di titik subsurya setinggi 700OC, suhu di titik antisurya (pusat belahan planet paling gelap) kira-kira 320OC. Kawasan kutub mungkin lebih dingin lagi: suhunya barangkali 200OC. Suhu ini diatas titik didih air di bumi (100OC pada ketinggian permukaan laut). Tetapi karena tekanan atmosfer di Venus jauh lebih besar – dan itu berarti naiknya titik didih – mungkin saja air berada dalam keadaan cair di kutubnya yang relatif dingin. Air ini tidak akan sama dengan air di lautan bumi. Mungkin air Venus lebih mirip air bergolak dalam pembangkit listrik tenaga uap yang sedang bekerja penuh.
Tanpa rentetan pendaratan “lunak” yang terkoordinasi di Venus, usaha untuk mengetahui keadaan permukaan di balik awan yang tak bercelah itu kelihataannya mustahil. Namun teknik-teknik baru yang rumit dalam astonomi radio berhasil mengumpulkan sejumlah informasi dengan cara menganalisis panjang gelombang yang dipancarkan dari permukaan. Gelombang yang lebih panjang diperkirakan berasal dari permukaan yang lebih dalam, sedangkan yang pendek berasal dari lapisan yang lebih dangkal. Gelombang ini menyingkapkan bahwa bahan yang lebih dalam memiliki suhu yang yang lebih stabil dan tidak banyak terpengaruh oleh perubahan suhu siang dan malam hari. Pada kedalaman sekitar satu meter, perubahan suhu sudah sangat kecil. Ini berarti bahwa bahan permukaan tentulah berupa penyekat panas yang baik, bahkan lebih baik daripada hampir semua batuan padat. Jadi, banyak daerah yang luas di Venus haruslah diliputi oleh bubukan debu halus, yang sifatnya sebagai penyekat sesuai dengan pengamatan tadi.


